games

Video game memang seharusnya menawarkan kesenangan sebagai daya tarik utama, sesuatu yang bisa membuat Anda melupakan ragam masalah di dunia nyata untuk beberapa saat atau membiarkan Anda menjalani sebuah petualangan yang tak akan pernah bisa Anda lakukan di dunia nyata. Beberapa menawarkan sensasi tersebut dari cerita dan gameplay atau sekedar karakter yang diposisikan sebagai seorang superhero dengan kemampuan yang tak bisa diabaikan begitu saja. Namun beberapa video game menawarkan bumbu tambahan di dalamnya, serangkaian tantangan yang bisa berakhir mudah atau terlalu sulit untuk diselesaikan. Cukup untuk membuat Anda terjebak dan tak bisa lagi melanjutkan si game sampai selesai? Playstation pertama di masa lalu, punya trik khusus.

Dan jawaban legendaris yang bisa ditawarkan Playstation pertama di masa lalu datang dari sebuah peripheral tambahan bernama GameShark! Peripheral sejenis catridge yang kemudian punya varian rilis terpisah dalam bentuk disc ini adalah “penyelamat” banyak gamer di era Playstation 1, terutama mereka yang memang lebih senang menikmati cerita daripada dipusingkan dengan mekanik gameplay yang harus dilalui. Dengan hanya menyematkan kode-kode spesifik tertentu dalam ragam kategori, Anda bisa mendapatkan apa yang Anda butuhkan – dari membuat karakter Anda tak bisa mati hingga membuat party di game RPG Anda punya semua item dan magic yang dibutuhkan. Banyak gamer yang menjadikannya sebagai tumpuan untuk menyelesaikan game-game sulit, termasuk juga kami.

Jadi, dari semua game Playstation pertama yang sempat dirilis di masa lalu, game-game mana saja yang menurut kami paling butuh GameShark? Anda bisa menyebut artikel ini sebagai “pengakuan dosa” masa lalu pula karena bisa dipastikan, kami memang sempat menggunakan GameShark untuk menjajal semua game yang masuk ke dalam list ini. Berikut adalah list dari JagatPlay:

  1. Duke Nukem: Time to Kill

duke nukem time to kill

Duke Nukem: Time to Kill? Sebelum ia berakhir menjadi Duke Nukem: Forever yang tampil begitu buruk di platform generasi sebelumnya, karakter pria maskulin super ikonik ini sebenarnya punya banyak game keren yang sulit untuk dilupakan begitu saja. Time to Kill bisa disebut sebagai salah satu seri yang memungkinkan Anda untuk bersenang-senang. Tak terlalu sulit memang untuk menundukkan game shooter yang satu ini, namun ada begitu banyak senjata dan perlengkapan keren yang mungkin Anda lewatkan, entah karena Anda tak pernah bisa melewati level pertama atau karena sistem kameranya yang memang tak terlalu baik di kala itu. GameShark memungkinkan Anda untuk menyelesaikan misi dengan begitu banyak senjata mematikan dan yang paling keren, jetpack!

  1. Monster Rancher 2

monster rancher 2

Anda masih ingat dengan game dari franchise yang tampaknya kini sudah “tewas” ini? Monster Rancher memang berhasil membuat dirinya terasa berbeda dibandingkan dengan tipikal game pertempuran binatang seperti Pokemon atau Digimon. Salah satu hal yang membuatnya unik adalah cara untuk mendapatkan monster yang ada.  Monster didapatkan dengan memasukkan keping disc secara acak ke mesin Playstation 1 Anda, dari CD game lain hingga musik atau film, yang masing-masing darinya bisa berakhir menjadi monster yang tak akan pernah bisa Anda prediksi sebelumnya. Beberapa berakhir jadi sesuatu yang kuat, tapi tak sedikit pula yang muncul sebagai monster lemah yang membuat Anda begitu kecewa. Untuk apa pusing-pusing memikirkan hal ini jika Anda selalu punya kesempatan untuk mendapatkan monster yang Anda mau? Di sinilah, Gameshark bekerja. Apalagi, Anda selalu punya kesempatan untuk membuat semua resource yang dibutuhkan untuk melatih monster Anda tak  terbatas. Sudah pasti membuat segala sesuatunya lebih sederhana.

  1. Digimon World

Digimon World (9)

Game Playstation pertama lain yang menurut kami sulit untuk dilepaskan dari kata Gameshark juga muncul dari franchise perang monster lainnya, Digimon World. Hampir sebagian besar gamer Playstation tampaknya akan sangat familiar dengan game yang membutuhkan Anda untuk tak hanya melatih monster Anda sampai kuat, tetapi juga menyediakan kondisi yang tepat agar mereka bisa berevolusi serta memastikan mereka tetap senang dan gembira. Digimon World bisa dibilang adalah sebuah game kompleks dengan lapisan gameplay yang begitu “tebal”. Dengan Gameshark yang bisa digunakan menghilangkan satu elemen saja sudah akan membuat game ini menjadi lebih bisa dinikmati. Kami sendiri tak pernah menggunakan GameShark itu sendiri untuk menciptakan Digimon yang hampir mustahil dikalahkan dan pasti menang di semua situasi. Salah satu yang kami lakukan adalah menghilangkan kebutuhan si Digimon untuk buang air besar yang seringkali membuat Anda bolak-balik di satu area hanya untuk mencari WC. Begitu kebutuhan ini hilang? Kedamaian.

  1. Galerians

galerians

Beberapa dari Anda mungkin masih ingat sempat memainkan game ini di masa lalu, namun sudah lupa judul yang ia usung. Galerians adalah sebuah game action dengan tata kontrol seperti halnya Resident Evil. Namun tak berperang melawan zombie dengan senjata, Anda justru menggunakan kemampuan psikis Anda untuk membuat musuh Anda terlontar atau terbakar di atas rangkaian gameplay yang juga dipenuhi dengan puzzle di sana-sini. Masalahnya? Anda tak bisa mengakses semua serangan ini sesuka hati Anda. Seingat kami ada bar energy yang harus dikorbankan setiap kali mengaksesnya. Galerians adalah sebuah game yang bisa dibilang sulit untuk ditundukkan karena ketidaksempurnaanya mengimplementasikan banyak hal. Menghapus kebutuhan Anda untuk mengatur dan memilih kekuatan psikis mana yang harus dikeluarkan menjadi sesuatu yang melegakan. Ini membuat Anda “hanya” butuh beradaptasi dengan sistem kontrolnya yang buruk dan puzzle-nya yang membingungkan

  1. Alundra 2

alundra21

Alundra 2 memang seringkali disebut sebagai alternatif Legend of Zelda untuk gamer Playstation pertama. Sistem battle yang hampir serupa jadi salah satu patokan. Namun satu hal yang mungkin seringkali dilupakan oleh gamer Playstation, apalagi jika Anda memainkannya di kala masih remaja dengan komitmen yang rendah, ia juga memuat begitu banyak puzzle sulit di atasnya. Walaupun pertempuran Anda melawan musuh dan boss di dalam game ini masih bisa  diselesaikan dengan sedikit strategi, sisi puzzle-nya akan sangat menuntut Anda untuk bekerja keras. Alundra 2 adalah salah satu game yang sempat membuat kami angkat bendera putih dan menyerah, apalagi mengingat internet dan walkthrough masih jadi barang langka di kala itu. Apa yang kami lakukan? Tentu saja jatuh ke “sisi kegelapan” Gameshark. Cheat yang paling sering kami lakukan adalah “Moon Jump” yang memungkinkan karakter Anda untuk lompat super tinggi, diam sebentar, dan kemudian jatuh. Memanfaatkan cheat ini berarti menghilangkan semua puzzle berbasis platform yang butuh pemikiran keras.

  1. Final Fantasy VIII

omega weapon

Final Fantasy VIII? Sebagian dari Anda mungkin mengernyitkan dahi dengan pilihan kami. Karena secara rasional, game seperti Final Fantasy VII atau Tactics punya lebih banyak momen yang sangat butuh GameShark. Kami sebenarnya sudah menyelesaikan Final Fantasy VIII tanpa Gameshark sebelumnya dengan susah payah dan jumlah GF yang tak semuanya terkumpul. Opsi Gameshark menjadi sesuatu yang “harus” bagi kami ketika melawan boss terkuat di game yang satu ini – Omega Weapon. Kemampuan untuk membinasakan party Anda dengan sekejap membuat boss dengan HP jutaan dan butuh waktu lama untuk ditundukkan ini benar-benar jadi tantangan tersendiri. Apa yang kami lakukan dengan Gameshark? Membuka dan membuat semua item tak terbatas, sekaligus hal yang sama untuk Magic. Melakukan junction sebebas hati untuk status karakter, item kunci untuk memenangkan pertarungan ini adalah dengan terus melempar item bernama Holy War Trial yang membuat ketiga karakter dalam status “menghilang” dan tak bisa terkena damage. Kecurangan yang dibutuhkan, setidaknya untuk kami waktu itu.

  1. Parasite Eve 2

parasite eve 2

Sebuah seri legendaris, tak ada kata yang lebih tepat lag untuk menjelaskan posisi Parasite Eve 2,  yang sayangnya, berakhir jadi franchise yang tak lagi jadi prioritas Square Enix saat ini. Memuat semua daya tarik dari seri pertamanya dan menyempurnakannya dengan animasi gerak dan sistem gameplay yang lebih mengarah ke cita rasa action namun tetap dengan elemen RPG kental, Parasite Eve 2 bukanlah sebuah game yang mudah ditundukkan. Dari sisi puzzle, ia memuat banyak variasi yang cukup untuk membuat Anda frustrasi (terutama di bagian Pyramid) jika Anda memainkannya tanpa walkthrough. Sementara dari sisi gameplay? Tak terlalu beda jauh. Ia memuat banyak pertempuran yang terkadang berakhir mengejutkan dan sulit untuk dikalahkan begitu saja. Limitasi peluru dan management resource berbeda bahkan bisa membuat GameShark tak jadi jaminan untuk menyelesaikannya.

  1. Harvest Moon: Back to Nature

harvest sprites

Silakan mengaku dan kami tak akan sekalipun memandang Anda berbeda, berapa  banyak dari Anda yang sempat memainkan Harvest Moon: Back to Nature dan menggunakan Gameshark? Kami tak segan tunjuk tangan. Tentu saja kami sempat mencicipinya dengan seharusnya ketika pertama kali menikmati yang satu ini dan merasakan sendiri kompleksitasnya, apalagi ketika berbagi informasi dengan teman-teman SMP di kala itu soal apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan. Namun ketika Anda sudah bosan, berhenti, kemudian memulainya lagi suatu saat nanti untuk melakukan apa yang Anda tak tahu sebelumnya, Gameshark adalah teman yang baik. Kami sendiri tak menggunakannya untuk mencapai uang maksimal dan hati binatang penuh, yang tentu akan langsung menghapus semua daya tarik game ini secara keseluruhan. Lalu untuk apa kami gunakan Gameshark? Hanya satu saja – membuat ketujuh kurcaci yang bisa Anda minta bantuannya untuk selalu punya hati (kesukaan pada karakter Anda) dalam jumlah maksimal dan tak bisa berkurang sama sekali. Jadi, Anda tak perlu disibukkan dengan usaha bolak-balik untuk membuat mereka senang dan bisa memerintah mereka setiap saat seperti seorang budak yang tak tahu dirinya sudah tercurangi. Terdengar jahat memang, tapi membuat game yang satu ini terasa lebih mudah pastinya.

  1. Resident Evil

re

Jika Anda merasa bahwa game-game survival horror yang dirilis saat ini sulit, maka Anda harus menjajal Resident Evil: Director’s Cut – sang seri Resident Evil pertama yang sempat dirilis di Playstation pertama dulu. Maka Anda akan berhadapan dengan sebuah game horror yang memang menuntut Anda untuk tak hanya menyelesaikan setiap tantangan yang ada, tetapi juga bertahan hidup dengan resource terbatas yang ada. Mudah mati, sedikit peluru, sedikit item penyembuh, puzzle yang butuh kerja keras otak, bisa dihitung dengan jari gamer yang benar-benar menyelesaikan game yang satu ini tanpa menggunakan Gameshark apapun. Resident Evil mungkin salah satu game dengan kode Gameshark terbanyak yang kami aktifkan, termasuk peluru tak terbatas untuk ekstra keamanan. Tentu saja, hal ini membuatnya lebih mudah.

  1. Vagrant Story

vagrant story

Maka jawara untuk game Playstation pertama yang menurut kami paling butuh Gameshark jatuh ke game action RPG racikan Squaresoft (kini Square Enix) – Vagrant Story. Dengan minimnya informasi di masa lalu dan kemampuan bahasa Inggris yang sangat terbatas, kami memperlakukan Vagrant Story seperti sebuah game action RPG pada umumnya, dimana Anda hanya butuh tahu status karakter, varian skill yang ia punya, dan tentu saja senjata untuk digunakan. Namun kenyataan seolah menampar kami ketika pertarungan boss pertama yang punya HP sekitar 5.000 berakhir membunuh kami berkali-kali. Tak hanya damage-nya saja yang besar, tetapi juga karena serangan kami hanya bisa mencederainnya 1 HP/pukulan. Tak terlalu paham betul mekanik apa yang ia tawarkan, kami pun menggunakan Gameshark dan memastikan output damage lebih besar dan semua skill yang terbuka sejak awal. Makin jauh progress permainan, makin banyak cheat yang kami aktifkan, termasuk “Moon jump” untuk mengakses daerah tinggi yang sebenarnya secara normal, butuh dipicu dengan rangkaian puzzle balok tertentu. Mempermudah? Iya. Cukup untuk membuat kami berhasil menyelesaikannya? Sampai saat ini, belum.

source:JP

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s