film

Review Attack on Titan

yosh konbanwa minna sorry akhir akhir ini jarang post karena kesibukan 😉

attack on titan live action film indonesia-

Lupakan anime, lupakan manga, setidaknya itulah yang perlu dicamkan di dalam pikiran jika menonton adaptasi film dari manga populer Attack on Titan. Film ini memang banyak menyuguhkan ‘perbedaan’ yang sudah diwanti-wanti oleh Tomohiro Machiyama, sang penulis naskah.

Tanpa perlu diingatkan oleh sang penulis naskah atau siapapun, sebuah film yang diadaptasi dari anime atau manga sudah pasti tidak akan menyuguhkan cerita yang solid karena ada beberapa miss detil cerita akibat terpaut durasi film yang terbatas. Oleh karena itu, hal ini harus sudah bisa dimaklumi oleh penonton sebelum menyaksikan film adaptasi.

Meski begitu, inti cerita masih sama dimana kehidupan manusia diusik oleh kehadiran Titan, sosok makhluk besar berwujud manusia ‘telanjang’ yang gemar memakan manusia. Demi kejadian serupa tidak terulang, manusia membangun sebuah dinding raksasa untuk mencegah para Titan masuk ke dalam kota yang ada di dalamnya.

attack on titan live action-

Seratus tahun berlalu, Eren (diperankan Haruma Miura) adalah seorang pemuda yang memiliki rasa ingin tahu tinggi dan bosan terbelenggu hidup di dalam dinding raksasa. Ia mendambakan sebuah kehidupan yang bebas dan indah yang ada di luar dinding. Suatu ketika, Eren bersama dua sahabatnya, Mikasa (Kiko Mizuhara) dan Armin (Kanata Hongo), mencoba mendekati dinding pembatas, sayangnya dan tidak disangka-sangka, Titan yang mereka anggap hanya mitos benar-benar hadir di hadapan mereka dan mengacaukan peradaban manusia yang ada di dalamnya.

attack on titan live action

Colossal Titan yang diklaim lebih tinggi dari versi manganya tampil beringas dengan menghancurkan dinding raksasa, penampilan Colossal Titan di film ini cukup terbilang bagus dan sangat menyeramkan terlebih lagi dengan raungannya yang sangat keras. Dinding yang dihancurkan Colossal Titan pun akhirnya menjadi celah masuk untuk para Titan-titan yang lain.

Sosok Titan-titan yang ditampilkan dalam live action ini bisa dibilang “kimochi warui” dengan penampakannya sebagai manusia raksasa, meskipun konsep aslinya memang begitu, tetap saja ada perasaan yang aneh saat melihatnya. Dijamin kalian tidak akan bisa menikmati popcorn yang enak saat adegan Titan muncul.

attack on titan movie

Adegan aksi dengan Three Dimensional Manuever Gear (3DMG) atau juga disebut dengan Omni-Directional Mobility Gear (ODMG) oleh pasukan khusus tentunya menjadi salah satu adegan yang ditunggu-tunggu. Sayangnya, aksi ODGM di film ini malah menjadi salah satu bagian minus di film ini. Adegan yang seharusnya tampak keren seperti aksi Spider-Man itu pun tersaji kurang baik dengan efek CG yang kurang mulus. Selain itu, aksi Titan pun terasa hambar dan tampak seperti aksi Ultraman. Sepertinya efek CG hanya dimaksimalkan untuk Colossal Titan saja, sisanya terlihat pas-pasan.

Dalam segi casting dan karakteristik yang disajikan di film ini terbilang baik, namun jika dibandingkan dengan Anime dan Manganya, karakteristik peran yang ditampilkan dibuat berbeda untuk beberapa karakter. Misalnya saja Miura Haruma sebagai Eren, karakter Eren yang ia perankan di film ini kurang emosional, lalu Mizuhara Kiko sebagai Mikasa yang kita ketahui di Manga dan Animenya memiliki karakter yang dingin sejak awal cerita sangat disayangkan tidak seperti itu di film live action ini. Dan salah satu tokoh original di film ini, Shikishima yang diperankan oleh Hiroki Hasegawa sekilas mirip seperti Levi pada Anime dan Manga, entah mengapa tidak dinamakan Levi saja, mengingat karakter yang bernama Levi tidak muncul dalam film ini.

Penunjukan Shinji Higuchi sebagai sutradara sepertinya memang bukan tanpa alasan, dengan pengalamannya pernah menangani “The Return of Godzilla” di awal karirnya, ia ingin memaksimalkan budget yang ada dengan menampilkan Titan yang diperankan aktor memakai kostum dengan sentuhan CG, meskipun hasilnya sama seperti yang sudah diungkapkan, aneh.

Adegan gore banyak menyelimuti film ini seperti lautan darah dimana-mana, tangan putus, dan badan terpotong menjadi setengah. Selain adegan gore, terselip juga adegan memegang payudara yang sepertinya kurang tepat untuk film ini mendapat rating PG12 (bimbingan orangtua untuk anak di bawah 12 tahun), sepertinya rating yang tepat harus lebih dari itu.

Sementara itu musik yang ditampilkan saya rasa tidak spesial, bahkan malah mengingatkan dengan latar musik di adegan-adegan Ultraman.

attack on titan movie-

Kesimpulannya, film yang diadaptasi dari manga dan anime ini secara keseluruhan disajikan dengan baik, hanya saja melenceng dari cerita asli Anime/Manga-nya, sehingga seperti setengah-setengah antara film orisinil tetapi mengacu pada Anime dan Manga. Bagian terburuknya ada pada penyajian efek CG yang seharusnya bisa lebih baik lagi hampir di semua bagian, pengecualian untuk scene Colossal Titan yang tampak sangat luar biasa. Sisi baiknya film ini menghadirkan cast yang cantik dan ganteng, apalagi jika kalian memiliki fetish dengan bibir, pasti akan sangat menikmati scene dari Mizuhara Kiko dan Ishihara Satomi.

Secara keseluruhan, meski banyak kekurangan di sana-sini, pendapat Hajime Isiyama, sang Mangaka Attack on Titan, yang menyarankan untuk tetap menonton film ini perlu dibuktikan. Setidaknya tontonlah meskipun banyak komentar miring. Perubahan cerita yang melenceng agak jauh mungkin akan membuat penasaran seperti apa film ini.

Membandingkan film dengan cerita asli anime dan manga bukanlah kesalahan. Tapi setidaknya ketika menonton Attack on Titan ini kalian ubah mindset kalian untuk menikmati apa yang film ini sajikan, bukan apa yang seharusnya disajikan dengan judul yang sama. Mungkin dengan begitu akan mengurangi kekecewaan kalian terhadap film ini.(JN)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s