Uncategorized

Review Lost Within

Pada awalnya, saya mengira tujuan raksasa e-commerce Amazon membentuk Amazon Game Studios adalah untuk menyuplai beberapa gadget buatan mereka dengan game eksklusif berkualitas dan meningkatkan angka penjualan. Tebakan saya ini didasarkan pada pengalaman console lain yang terdongkrak penjualannya berkat game eksklusif, seperti yang pernah terjadi pada Nintendo Wii U setelah Mario Kart 8 dirilis. Tentunya hal ini sempat membuat saya kecil hati karena gadget buatan Amazon tidak tersedia secara resmi di Indonesia. Namun, semua berubah ketika saya mengetahui bahwa anak perusahaan Amazon tersebut juga akan menerbitkan beberapa game karya mereka di iOS.

Game perdana yang mereka rilis di platform selain Fire OS adalah Lost Within, sebuah game survival horror dengan perspektif orang pertama. Game ini dikembangkan oleh developer Human Head Studios yang telah berpengalaman membuat video game sejak tahun 1997. Beberapa game yang mereka telah rilis sebelum ini adalah game FPS di PC berjudul Minimum dan Fort Courage untuk iOS maupun Android. Amazon Game Studios sendiri telah menerbitkan beberapa game di lini gadget Fire buatan Amazon, di antaranya adalah To-Fu Fury dan Tales from Deep Space (yang nantinya juga akan dirilis di iOS). Sebagai game perdana mereka di iOS, apakah Lost Within dapat menjawab ekspektasi saya terhadap sebuah game (yang tadinya merupakan) eksklusif Fire OS?

Lost Within | Screenshot 1

Lost Within | Screenshot 2

Lost Within | Screenshot 3
Semua Bermula Dari Sekadar Menjalankan Tugas

Petualangan pada Lost Within dimulai ketika seorang polisi mendapat tugas untuk menyisir sebuah bangunan tua. Bangunan tersebut pernah difungsikan sebagai sebuah rumah sakit jiwa Weatherby yang merawat pasien dengan gangguan mental. Kondisi bangunan tersebut sudah setengah hancur dan berantakan karena tidak dihuni cukup lama.

Pada saat menyusuri koridor bangunan tersebut, Ia mendengar suara seorang anak laki-laki di kejauhan. Sang bocah entah mengapa malah pergi menjauh ketika dihampiri. Petugas polisi yang berusaha mengejar bocah itu malah jatuh terperosok ke lantai bawah bangunan dan terjebak di labirin bangunan tua. Kejadian itu menuntunnya kepada pengalaman mengerikan yang tidak terduga sebelum menjalankan tugas di bekas rumah sakit itu.

Lost Within | Screenshot 8

Lost Within | Screenshot 4
Atmosfer Horor Yang Sangat Mencekam

Saya mengira bahwa saya telah cukup kebal dengan berbagai trik yang digunakan developer game untuk menakut-nakuti pemain. Dengan berbekal jam terbang yang cukup tinggi setelah menamatkan berbagai iterasi Silent Hill, Fatal Frame, maupun Resident Evil, saya memainkan Lost Within sendirian di kamar yang gelap ketika semua orang di rumah sudah terlelap. Ternyata itu adalah keputusan yang salah.

Atmosfer mencekam yang dihadirkan di sini terasa mencekik leher saya. Perpaduan sudut pandang orang pertama, efek gerakan yang meyakinkan, serta suara-suara yang terdengar nyata membuat seolah-olah saya sendiri yang sedang berjalan di tempat terkutuk itu. Atmosfer ini bahkan jauh lebih menakutkan dibandingkan dengan berbagai monster yang ada di dalam Lost Within.

Atmosfer mencekam ini dipertajam dengan mekanisme game yang sarat dengan ketidakberdayaan. Sang protagonis hanya bisa berlari dan bersembunyi dari ancaman tanpa mampu membunuh para monster yang meneror. Terlebih lagi, persediaan item yang ada untuk bertahan hidup juga cukup terbatas. Saya menjadi takut untuk bergerak gegabah dan mati konyol di hadapan monster.
Gameplay Yang Mengingatkan Pada P.T.

Lost Within memberikan sedikit penghiburan pada diri saya pada saat mendengar game horor P.T. yang ditarik dari PlayStation Store. Petualangan sang protagonis menjelajahi ruangan demi ruangan di bekas rumah sakit jiwa dalam Lost Within ditampilkan melalui perspektif orang pertama, mirip dengan P.T.. Developer telah memberikan kerja bagus dengan merancang efek pergerakan kamera yang menyerupai pandangan mata saat orang berjalan. Saya dapat membedakan sensasi yang berbeda ketika sang protagonis berjalan normal atau berlari dalam kepanikan.

Selain itu, developer juga telah merancang skema pengendalian karakter yang terasa pas untuk sebuah perangkat dengan layar sentuh. Pergerakan protagonis dilakukan dengan melakukan tap pada tempat yang ingin dituju. Perubahan perspektif pandangan dapat dilakukan dengan sekadar swipe ke arah yang ingin dilihat. Semua terasa alami dan tidak dibuat-buat, sehingga pemain bisa tenggelam ke dalam perasaan takut tanpa harus terusik oleh mekanisme game yang buruk.

Game juga dapat mengidentifikasi berbagi interaksi dengan objek-objek di dalam permainan dengan pintar. Membuka pintu, menutup loker, hingga meracik item, semua bisa dilakukan dan diakses dengan mudah melalui desain antarmuka yang praktis pada layar. Tidak memerlukan waktu lama bagi saya untuk segera terbiasa melakukan berbagai hal di sini. Terlebih lagi, sistem di dalam game juga memberikan berbagai saran berguna yang sangat membantu untuk bisa meloloskan diri pada saat situasi genting.

Lost Within | Screenshot 5

Lost Within | Screenshot 6
Gambar Dan Suara Yang Membuat Saya Mimpi Buruk

Saya sudah menyebutkan hal paling mengerikan di game ini bukan? Ya, hal itu adalah atmosfer mencekam yang saya rasakan selama memainkan Lost Within. Atmosfer ini bisa dicapai berkat perpaduan audio dan visual game yang brilian.

Pada saat memulai permainan, game akan memberikan saran untuk menikmati permainan di sini dengan menggunakan earphone. Fitur ini membantu memblokir suara-suara yang berasal dari luar earphone untuk terdengar oleh si pemakai. Saya menuruti saran tersebut dan segera menyumpal telinga menggunakan earphone dengan fitur noise cancelling. Setelah melakukan itu, suara-suara yang dapat saya dengar hanyalah rintihan orang di kejauhan, suara sayup-sayup langkah kaki, atau bisikan-bisikan halus tepat pada telinga. Penggunaan audio di sini juga sangat brilian, sampai-sampai saya dapat mengetahui dari arah mana suara yang saya dengar itu berasal.

Suara mencekam itu masih dilengkapi dengan kualitas visual yang detail. Berbagai objek yang terdapat di dalam gedung terlihat cukup nyata. Kualitas seperti ini biasanya hanya saya jumpai pada PC atau console, bukan pada platform mobile. Saya memainkan Lost Within pada iPad mini retina, dan saya tidak pernah mengalami sekali pun penurunan performa grafis. Betul-betul kualitas yang prima!

Lost Within | Screenshot 10

Lost Within | Screenshot 11

Lost Within | Screenshot 7
Tak Perlu Berpikir Lagi … Segera Uji Nyalimu Di Sini!

Di balik semua kualitas prima yang ditawarkan Lost Within, game ini masih menyimpan setidaknya dua elemen yang membuatnya menjadi sangat menarik. Hal pertama adalah lama gameplay yang cukup panjang untuk sebuah game mobile. Lost Within terbagi ke dalam tiga episode yang masing-masing memiliki lama permainan antara dua hingga tiga jam. Kamu setidaknya dapat terjebak ke dalam suasana mencekam selama sembilan jam sebelum akhirnya menamatkan cerita di sini.

Hal kedua yang menjadikan game ini wajib dimainkan adalah banderol yang cukup terjangkau. Amazon Game Studios mematok harga sebesar Rp79.000 yang akan mengizinkanmu untuk menikmati keseluruhan isi game sampai tuntas. Harga ini masih berada di kisaran rata-rata harga game mobile, dan menurut saya merupakan harga yang relatif murah untuk sebuah game survival horror berkualitas.

Lost Within merupakan game horor alternatif di platform mobile yang sangat bagus selain serial Five Nights at Freddy’s yang sudah mencapai iterasi ketiga

Dengan segala kelebihan yang saya utarakan di atas, tampaknya Lost Within akan menjadi salah satu game favorit saya di tahun 2015 ini. Terlebih lagi, pemain yang menuntaskan cerita hingga akhir akan menguak plot twist yang sama sekali tidak terduga pada awal permainan. Tak perlu berpikir lebih jauh lagi, mainkan sekarang juga!
Apple App Store Link: Lost Within, Rp. 79000

Amazon Appstore Link (khusus Fire OS): Lost Within, $6.99 (sekitar Rp90.000)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s