games

Review: Attack on Titan: Humanity in Chains

Attack on Titan: Humanity in Chains merupakan game bergenre action buatan Spike Chunsoft yang diperuntukkan bagi konsol Nintendo 3DS. Versi Jepang dari game ini sudah rilis pada tahun 2014, namun versi berbahasa Inggris baru diluncurkan pada 12 Mei 2015 lalu di wilayan Amerika Utara.

Humanity in Chains berkisah tentang peperangan manusia dengan titan (raksasa) seperti yang terjadi di manga dan anime-nya. Sebelumnya, game ini merupakan adaptasi dari anime berjudul Attack on Titan atau Shingeki no Kyojin yang sangat populer pada tahun 2013. Dalam gamenya, Kotakers akan dibawa dalam suatu pertempuran seru dan mematikan melawan para titan yang hanya berfikit untuk memusnahkan umat manusia dengan cara memakannya.

Pemain akan menggunakan karakter yang dilengkapi oleh alat manuver 3 dimensi dan dua bilah pedang yang dipegang oleh kedua tangan. Pedang satu di tangan kanan, satu lagi di tangan kiri. Tugas pemain adalah untuk menghabisi para titan yang masuk ke kota atau yang berkeliaran di hutan sekitar benteng pada misi tertentu.

Karakter akan bermanuver menggunakan alaur manuver 3 dimensi untuk menjangkau titik lemah titan yaitu di bagian belakang lehernya, kemudia menebasnya hingga terpotong sempurnya untuk membuatnya terbunuh. Hanya saja, seharusnya alat manuver itu harus menyangkut di satu titik yang lebih tinggi untuk dapat membuat karakter berayun tinggi. Sayangnya game ini tidak realistis seperti itu karena pemain tidak perlu memikirkan realita seperti itu, karena dimanampun dan kapanpun, jika pemain memutuskan untuk bermanuver maka tali dari alat itu akan terlihat menyangkut di suatu titik yang snagat tinggi meski di sekitar karakter tidak ada bangungan tinggi.

Sepintas manuver pada game ini mirip seperti Spiderman, pemain tidak lerlu repot-repot membidik titik untuk mendaratkan jaring. Begitu juga dengan tali alat manuver karakter.

Di samping itu, pemain juga akan dimanjangan dengan fitur lock-on function yang berfungsi untuk menargetkan serangan selanjutnya kepada titan. Dengan fitur itu, pemain hanya perlu menempatkan karakter pada posisi yang pas, setelahnya karakter akan masuk pada mode lock on. Dalam mode itu, pemain harus menekan tombol pada saat cincin indikator berukuran lebih besar menjadi berukuran sama dengan cincin yang lebih kecil. Jika sukses, maka serangan pun akan langsung dilancarkan kepada titan.

Sayangnya sistem permainan seperti itu membuat pemain merasa bosan. Awalnya Kru KotGa berharap sistem permainan pada game ini merupakan game aksi yang bebas, maksudnya adalah pemain harus bisa memposisikan karakter sedemikian rupa untuk bisa menepas titik lemah titan sehingga setidaknya kesulitan pada anime-nya bisa dirasakan juga ketika memainkan game ini. Meski lock on mempermudah permainan, tapi jangan sampai lengah dan terbuai oleh fitur itu karena memposisikan karkater di tempat yang benar dan aman juga menjadi kesulitan tersendiri. Salah posisi hanya akan membuat titan dapat menjangkan karakter, menghajar hingga mati, atau memakannya.

Secara keseluruhan, game ini cukup menarik, suasana kota, lingkungan sekitar dan titan-nya sangat mirip dengan apa yang ditampilkan di anime. Selain itu, game ini menghadirkan fitur co-op multiplayer yang memungkinkan 4 karakter sekaligus berjuang bersama. Suasannaya mirip seperti di anime.

Attack on Titan: Humanity in Chains merupakan game yang wajib dimainkan bagi para penggemar Shingeki no Kyojin.

Rasakan serunya membantai titan, jangan sebaliknya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s